Lalu lalang berlalu dari jalan salemba ke arah matraman dan arah manggarai. kuikuti arus matraman. setelah melewati hotel mega matraman, aku ambil jalur kiri, krn sekitar 500 m lagi aku belok kiri ambil tegalan. beberapa meter stl jalur kiri kuambil, dgn kcepatan kira kira 40km/h, sekelebat kulihat gerobak dorong ala pembeli brg bekas yg kadang berubah fungsi menjadi portable-house, atau mobile-home yg sedang brenti di kiri jalan dgn didekatnya seorang yang aku yakin pernah melihatnya. orangnya kecil, pendek -maaf cebol-, rambut pendek, baju lusuh, mata bukan mata sayu (belum pernah kulihat mata sayu berada di kelopak matanya - meskipun aku jarang melihatnya). aku yakin itu dia. Unyil (aku pernah mendengar kawan2nya memangginya: Unyil). sejak awal2 penempatan pertama magang d Lapangan Banteng, aku mmperhatikan beberapa hal menarik u/ kumasukkan memori di otak. salah satunya adalah dia, pendorong grobak brg bekas yg orangnya mini, mungil, dengan gerobak dgn ukuran yg menurutku kurang proportional u/ ukuran tubuhnya. terlalu besar. jelas terlalu besar. ketika menarik gerobag tangannya harus sedikit lebih terbuka dan diangkagt agak lebih tinggi dibanding kalo kawan2nya menarik gerobag sejenis. kakinya yg relatif lbh kecil itupun hanya menghasilkan langkah yg tidak begitu besar, dan.. dia sering sendirian mendorong gerobag. seolah gerobag itulah sahabat hidupnya yg bisa ia sangat percaya, bahkan u/ mmpercayakan keberlangsungan hidupnya. seolah dia bilang kpd perutnya: tenang, masih ada gerobak. :)
Dgn sedikit bahasa njelimet kugambarkan: gerobag rapuh itulah pondasi unyil u/ menantang keras cadasnya hidup. di jakarta. beberapa kali kuperhatikan di cermin dan bayanganku ttg guratan wajahku, sepertinya aku jg sempat pernah mmpunyai mata seperti matanya Unyil. mata yg berisi semangat, bukan malas.
mulut unyil sering terbuka seolah2 nafas dr hidungnya tdk cukup u/ dijadikan modal berkelahi dgn keras kehidupannya sehingga butuh bantuan pernafasan dr mulutnya agar dia kuat. Itulah unyil. selalu ingin kuat. wajahnya tersirat kecuekan dgn tingkat kedewasaan yg cukup u/ tidak mmperhatikan mobil2 mewah yg melintas di jalan meskipun jalan raya merupakan habitatnya. waktunya tidak dia gunakan u/ sekedar berhitung ttg keberuntungan hidup yg bila dia berpikir ttg itu mungkin akan tumbuh di hatinya rasa iri, rasa tidak puas, rasa dianaktirikan oleh Tuhan. seolah dia tidak pernah menyianyiakan waktunya hanya u/ menikmati rasa sakit, penderitaan, ataupun kecengengan.
Pernah satu ketika tidak sengaja kulihat dia di St Jatinegara, bergaul dgn kawan2nya di Jatinegara. kawan2nya memanggil2 dia Unyil. sejak itulah baru aku tahu nama panggilannya. UNYIL. nama seorang tokoh boneka di televisi yg dulu popoler di TVRI dan sekarang di TVSwasta. pura2 saja aku beli teh botol di dekat tempat gerobagnya hanya u/ sekedar ingin mengetahui bagaimana pergaulannya (meskipun itu hanya sebagian sangat kecil dari pergaulannya, apalagi kehidupannya). wajahnya adalah wajah yg jarang tersenyum. terlihat otot2 di sekitar bibirnya membentuk mulutnya hingga berbentuk huruf n landai. belum pernah kulihat Unyil tersenyum. (begitu mahalkah senyum - jadi ngaca introspeksi diri dgn kesimpulan ternyata tertawaku masih begitu lebar :D ).
meskipun u/ mensyukuri, tp aku berharap smg aku cukup tau diri sebaiknya selebar apa aku tertawa, dan apa sebaiknya yg aku lakukan dgn kondisiku yg begitu nikmat ini.
:)
Monday, March 5, 2012
pizzahut
lama kelamaan stl mencoba di beberapa t4, ternyata meskipun satu merk dagang, namun terdapat beberapa hal yg tdk seragam/standar,
dan kalo diranking, dgn kriteria pelayanan n makanannya, pizza hut cinere mall is numero uno.
pelayanan yg baik, plus sajiannya pas. pelayan2nya cantik, dr mulai mau masuk, kita dipersilakan dgn senyuman khas oleh siapapun pelayan yg lagi tugas di pintu jadi among tamu. 'berapa orang kakak?', 'smoking atau no smoking?'. kemudian diantar k meja, dkasih buku menu, dll, prosedur yg sama dgn d t4 lain.
yg mmbuatnya brbeda adl keramahan pelayan yg senyumnya tdk terlihat kalo itu senyum buatan. senyum buatan maksudnya adl senyum yg bermotif, ada motif uang, simpati, ato mgkn kekuasaan. tp ini seolah2 mereka tersenyum dgn hatinya. sangat tulus u/ seorang waitress. wajah mrk yg sebenarnya klo dbilang cantik pun biasa, sperti perempuan2 lain. tp senyum mereka membuat mereka tampak lebih cantik, manis, sexy, tdk membosankan. wajah yg cantiknya biasa2 aja, tp meninggalkan sesuatu yg mngesankan buat saya. sperti seorang kawan di pekanbaru. *tiiiiit* -edited-. mungkin terlalu berlebihan menceritakan hanya senyuman seperti ini. tp gimana ya. mgkn berlebihan, tp sudahlah, let me flow.
ya pokoknya begitulah. saya terkesan dgn pelayanannya. trus makanannya juga saya rasa itulah standar aslinya. di beberapa t4 yg sudah sy kunjungi, ada yg rasa soup creamnya (soup cream hampir pasti menemani kalo kesini setelah Nia :) ) terlalu encer, ada yg sudah tdk hangat, ada yg rasanya agak sedikit lebih asin, dll. trus pizzanya klo di sini lebih pas empuknya. tidak terlalu keras atau alot. bisa di iris dgn lembut, dimakan dgn tingkat kekenyalan yg pas. di beberapa tempat yg lain ada yg terlalu keras, rasanya juga ada yg biasa2 aja, bahkan pernah sampe suuzon... *tiiiit* *sencored* (suuzon = berprasangka buruk. hindari berprasangka buruk kecuali sedang audit :) ). yah begitulah
dengan metode penelitian spt itu, kemudian sy putuskan nomer duanya adl ph atrium senen. nomer tiga dan seterusnya sy blm bisa kasih keputusan, karena saya tdk sepeka itu u/ menentukan nomer 3 dst. beberapa yg sy ingat pernah saya singgahi adl ph: fatmawati, atrium senen, cinere mall, pluit, benhill, dan beberapa t4 lain sy lupa, termasuk di t4 saya menulis ini di medan, jl adam malik, depan rm garuda.
bagaimanapun itu subjektif. sangat subjektif. dan masih terbatas referensinya. seperti paparons yg ternyata ada yg bilang enak, pdhl saya pernah coba d suatu t4 dan saya langsung tetapkan 1 x nyobain sudah cukup
)pd awalnya saya kurang tertarik makan di ph, namun karena nia suka, skrg mlah sy lebih addicted. paketnya hampir selalu paket termurah. delight berdua. kadang kalo lagi kaya banget pesen yg stuffed crust. :) plus yg hampir selalu menemani: soup cream. soup cream is nick name, nama lainnya 'cream of chicken mushroom', ato di bill ditulis 'soup of the day'. paket delight berdua bisa dimakan berdua ato sendiri untuk yg perutnya kadut (bisa melar). paket delight pilihannya bisa: dua pizza+dua colla+roti garlich. dua pizza bisa diganti 1pizza + spaghetty, ato 1pizza+salad, ato 1pizza+nasi lauk. paket delight berdua 27ribu. tidakterlalu mahal u/ satu orang itujngannya hanya 13,5ribu. sdh dpt minum + pembuka: garlic bread. plus soup cream hangat manis dgn tambahan sedikit jagung membuat rasanya lebih mantap dan bisa menemani kita sambil menunggu pizza disiapkan.
semakin nikmat makannya bila pasangan juga menikmati krn kenikmatan mrk seolah2 adalah kenikmatan kita.
selamat mencoba
dan kalo diranking, dgn kriteria pelayanan n makanannya, pizza hut cinere mall is numero uno.
pelayanan yg baik, plus sajiannya pas. pelayan2nya cantik, dr mulai mau masuk, kita dipersilakan dgn senyuman khas oleh siapapun pelayan yg lagi tugas di pintu jadi among tamu. 'berapa orang kakak?', 'smoking atau no smoking?'. kemudian diantar k meja, dkasih buku menu, dll, prosedur yg sama dgn d t4 lain.
yg mmbuatnya brbeda adl keramahan pelayan yg senyumnya tdk terlihat kalo itu senyum buatan. senyum buatan maksudnya adl senyum yg bermotif, ada motif uang, simpati, ato mgkn kekuasaan. tp ini seolah2 mereka tersenyum dgn hatinya. sangat tulus u/ seorang waitress. wajah mrk yg sebenarnya klo dbilang cantik pun biasa, sperti perempuan2 lain. tp senyum mereka membuat mereka tampak lebih cantik, manis, sexy, tdk membosankan. wajah yg cantiknya biasa2 aja, tp meninggalkan sesuatu yg mngesankan buat saya. sperti seorang kawan di pekanbaru. *tiiiiit* -edited-. mungkin terlalu berlebihan menceritakan hanya senyuman seperti ini. tp gimana ya. mgkn berlebihan, tp sudahlah, let me flow.
ya pokoknya begitulah. saya terkesan dgn pelayanannya. trus makanannya juga saya rasa itulah standar aslinya. di beberapa t4 yg sudah sy kunjungi, ada yg rasa soup creamnya (soup cream hampir pasti menemani kalo kesini setelah Nia :) ) terlalu encer, ada yg sudah tdk hangat, ada yg rasanya agak sedikit lebih asin, dll. trus pizzanya klo di sini lebih pas empuknya. tidak terlalu keras atau alot. bisa di iris dgn lembut, dimakan dgn tingkat kekenyalan yg pas. di beberapa tempat yg lain ada yg terlalu keras, rasanya juga ada yg biasa2 aja, bahkan pernah sampe suuzon... *tiiiit* *sencored* (suuzon = berprasangka buruk. hindari berprasangka buruk kecuali sedang audit :) ). yah begitulah
dengan metode penelitian spt itu, kemudian sy putuskan nomer duanya adl ph atrium senen. nomer tiga dan seterusnya sy blm bisa kasih keputusan, karena saya tdk sepeka itu u/ menentukan nomer 3 dst. beberapa yg sy ingat pernah saya singgahi adl ph: fatmawati, atrium senen, cinere mall, pluit, benhill, dan beberapa t4 lain sy lupa, termasuk di t4 saya menulis ini di medan, jl adam malik, depan rm garuda.
bagaimanapun itu subjektif. sangat subjektif. dan masih terbatas referensinya. seperti paparons yg ternyata ada yg bilang enak, pdhl saya pernah coba d suatu t4 dan saya langsung tetapkan 1 x nyobain sudah cukup
)pd awalnya saya kurang tertarik makan di ph, namun karena nia suka, skrg mlah sy lebih addicted. paketnya hampir selalu paket termurah. delight berdua. kadang kalo lagi kaya banget pesen yg stuffed crust. :) plus yg hampir selalu menemani: soup cream. soup cream is nick name, nama lainnya 'cream of chicken mushroom', ato di bill ditulis 'soup of the day'. paket delight berdua bisa dimakan berdua ato sendiri untuk yg perutnya kadut (bisa melar). paket delight pilihannya bisa: dua pizza+dua colla+roti garlich. dua pizza bisa diganti 1pizza + spaghetty, ato 1pizza+salad, ato 1pizza+nasi lauk. paket delight berdua 27ribu. tidakterlalu mahal u/ satu orang itujngannya hanya 13,5ribu. sdh dpt minum + pembuka: garlic bread. plus soup cream hangat manis dgn tambahan sedikit jagung membuat rasanya lebih mantap dan bisa menemani kita sambil menunggu pizza disiapkan.
semakin nikmat makannya bila pasangan juga menikmati krn kenikmatan mrk seolah2 adalah kenikmatan kita.
selamat mencoba
Tempo, Ngruki, dan Pola Pikir
membaca koran Tempo hari ini 22 Juli 2009 menjadi ingin menulis sesuatu di notes.
Halaman muka koran tempo, yang berukuran sekitar 30x50 cm ini, bergambarkan sebuah wajah, yang sama sekali akan langsung kita kenal siapa dia, Abu Bakar Ba'asyir, salah seorang pendiri pondok pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jateng. Headline dengan huruf besar tertulis "NGRUKI DISOROT". Kemudian di sebelah bawah halaman mukanya tergambar 3 wajah berstatus 1 buron, 1 tewas (Asmar Latin Sani), dan 1 narapidana. Kemudian di bawah 3 foto tersebut, terdaftar 4 nama berstatus 2 narapidana, dan 2 tewas, yang ketujuh orang tersebut disebutkan berperan/berkaitan dengan kasus terorisme di Indonesia. Ketiganya ditulis dengan judul "MEREKA PERNAH DI AL MUKMIN".
Di sebelah kiri halaman muka terurai kalimat: Nurdin Aziz, penyewa kamar 1808 di Marriot yang dipakai sebagai tempat merakit bom, diduga tak lain adalah Nur Said alias Nur Hasbi, alumnus Al-Mukmin tahun 1994 dan teman seangkatan Asmar Latin Sani. Asmar adalah eksekutor bom bunuh diri di hotel yang sama pada Agustus 2003.
Di sebelah kanan right hand halaman muka terpampang foto halaman Pondok Pesantren Al-Mukmin yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba'asyir, berdiri pada 10 Maret 1972, dan berjumlah siswa 2.000.
Sekilas biasa, namun setelah melihat tayangan Metro TV hari ini, menjadi semakin tergelitik untuk menuliskan sesuatu di notes. Metro TV 22 Juli 2009 jam 20.30 wawancara dengan salah seorang Peneliti Jamaah Islamiyah, Edi Sudarjat, yang meyakini bahwa Pondok Pesantren Al-Mukmin bukanlah 'produsen' terorist, dengan logis mengatakan bahwa sangat tidak fair kalo kita terlalu sering menyebut-nyebut beberapa orang yang disebut terorist merupakan alumnus sebuah Pondok pesantren, dalam hal ini Al-Mukmin, Ngruki. Benar juga, coba anda lihat di media, berapa koruptor yang disebut-sebut sebagai alumnus suatu Universitas (dengan frekuensi se-intens penyebutan Al-Mukmin Ngruki sebagai tempat pernah menimba ilmu nya beberapa orang yang disebut terorist). Di kantor kita saja misalnya, andaikan ada beberapa orang yang kita kurang sukai attitudenya yang kebetulan merupakan alumnus sebuah perguruan tinggi, apakah kita akan mempunyai hidden statement dalam hati kita 'ooh.. lulusan perguruan tinggi 'x'... pantees'? bahkan kemungkinannya sangat kecil bila suatu saat terdapat pegawai baru yang ber-attitude sama (kelakuan yang kita tidak sukai) kemudian dalam pikiran kita mempolakan pendapat bahwa dia adalah lulusan perguruan tinggi 'x', meskipun memang iya.
Namun hal ini terjadi di salah sebuah koran sekaliber Tempo. Meskipun memang iya bahwa fakta-fakta itu memang relatif benar, dan dugaan-dugaan itupun relatif mungkin, namun apa iya koran Tempo mempunyai pola pikir seperti itu? (seperti yang tertulis di atas).
Belum lagi saya lanjutkan mengenai ternyata dugaan itu salah (menurut info Metro TV, detik.com, dan sumber info lain hari ini 22 Juli 2009; yang mana dugaan itu muncul di berita koran Tempo tgl 22 Juli 2009 yang merupakan berita sampaidengan/sebelum koran itu dicetak), namun sudah itu saja yang cukup membuat saya prihatin.
Prihatin mengingat tingkat interest saya dan animo masyarakat untuk membaca Koran Tempo relatif tinggi.
Di sisi lain, acung jempol untuk kebesaran hati Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki (pada umumnya), dan Abu Bakar Ba'asyir (pada khususnya).
SALUTE
:)
Halaman muka koran tempo, yang berukuran sekitar 30x50 cm ini, bergambarkan sebuah wajah, yang sama sekali akan langsung kita kenal siapa dia, Abu Bakar Ba'asyir, salah seorang pendiri pondok pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jateng. Headline dengan huruf besar tertulis "NGRUKI DISOROT". Kemudian di sebelah bawah halaman mukanya tergambar 3 wajah berstatus 1 buron, 1 tewas (Asmar Latin Sani), dan 1 narapidana. Kemudian di bawah 3 foto tersebut, terdaftar 4 nama berstatus 2 narapidana, dan 2 tewas, yang ketujuh orang tersebut disebutkan berperan/berkaitan dengan kasus terorisme di Indonesia. Ketiganya ditulis dengan judul "MEREKA PERNAH DI AL MUKMIN".
Di sebelah kiri halaman muka terurai kalimat: Nurdin Aziz, penyewa kamar 1808 di Marriot yang dipakai sebagai tempat merakit bom, diduga tak lain adalah Nur Said alias Nur Hasbi, alumnus Al-Mukmin tahun 1994 dan teman seangkatan Asmar Latin Sani. Asmar adalah eksekutor bom bunuh diri di hotel yang sama pada Agustus 2003.
Di sebelah kanan right hand halaman muka terpampang foto halaman Pondok Pesantren Al-Mukmin yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba'asyir, berdiri pada 10 Maret 1972, dan berjumlah siswa 2.000.
Sekilas biasa, namun setelah melihat tayangan Metro TV hari ini, menjadi semakin tergelitik untuk menuliskan sesuatu di notes. Metro TV 22 Juli 2009 jam 20.30 wawancara dengan salah seorang Peneliti Jamaah Islamiyah, Edi Sudarjat, yang meyakini bahwa Pondok Pesantren Al-Mukmin bukanlah 'produsen' terorist, dengan logis mengatakan bahwa sangat tidak fair kalo kita terlalu sering menyebut-nyebut beberapa orang yang disebut terorist merupakan alumnus sebuah Pondok pesantren, dalam hal ini Al-Mukmin, Ngruki. Benar juga, coba anda lihat di media, berapa koruptor yang disebut-sebut sebagai alumnus suatu Universitas (dengan frekuensi se-intens penyebutan Al-Mukmin Ngruki sebagai tempat pernah menimba ilmu nya beberapa orang yang disebut terorist). Di kantor kita saja misalnya, andaikan ada beberapa orang yang kita kurang sukai attitudenya yang kebetulan merupakan alumnus sebuah perguruan tinggi, apakah kita akan mempunyai hidden statement dalam hati kita 'ooh.. lulusan perguruan tinggi 'x'... pantees'? bahkan kemungkinannya sangat kecil bila suatu saat terdapat pegawai baru yang ber-attitude sama (kelakuan yang kita tidak sukai) kemudian dalam pikiran kita mempolakan pendapat bahwa dia adalah lulusan perguruan tinggi 'x', meskipun memang iya.
Namun hal ini terjadi di salah sebuah koran sekaliber Tempo. Meskipun memang iya bahwa fakta-fakta itu memang relatif benar, dan dugaan-dugaan itupun relatif mungkin, namun apa iya koran Tempo mempunyai pola pikir seperti itu? (seperti yang tertulis di atas).
Belum lagi saya lanjutkan mengenai ternyata dugaan itu salah (menurut info Metro TV, detik.com, dan sumber info lain hari ini 22 Juli 2009; yang mana dugaan itu muncul di berita koran Tempo tgl 22 Juli 2009 yang merupakan berita sampaidengan/sebelum koran itu dicetak), namun sudah itu saja yang cukup membuat saya prihatin.
Prihatin mengingat tingkat interest saya dan animo masyarakat untuk membaca Koran Tempo relatif tinggi.
Di sisi lain, acung jempol untuk kebesaran hati Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki (pada umumnya), dan Abu Bakar Ba'asyir (pada khususnya).
SALUTE
:)
pagi-pagi bangun nyarap bad headline news
Tiba-tiba saja terbangun. Masih jam 3.26 pagi. Langsung hajar ke belakang. B.A.B. n B.A.K.. hufh.. mantaps. Balik lagi ke kamar, ngelanjutin baca novel pendek yg sudah begitu lama tak tersentuh dan tidak selesai-selesai. lanjut baca, ngantuk, belum selesai juga. NgGak tau, gw plg susah baca novel yg harus runtut bacanya. But, i m trying.
Mata sudah berat, terdengar musikdari TV khas headline news salah satu stasiun TV. "Pemirsa bla bla.. terjadi lagi pembakaran kendaraan pos di Jerman.. bla bla.. ". Ngeek ngoook.. bener nih head line news nya? Jam setengah 4 pagi ngabarin terbakarnya kendaraan pos di Jerman? so what?!
Tapi pren, bukan itu (betapa tidak pentingnya) namun ada yg aneh rasanya bangun-bangun disuguh berita yg tidak sedap, memberikan kabar negatif tentang perbuatan manusia yang sengaja melakukan perbuatan negatif. Pokoknya, pagi ini ada aura negatif datang dari TV meskipun itu cuma headline news, yg acara benerannya waktu itu adalah pengajian. Terasa janggal saja aura negatif didatangkan pas pagi2 bangun tidur. Itu tidak hanya terjadi di salah satu stasiun TV itu saja. Sepertinya hampir semua. Mbok ya pas kita bangun tu dikasih tayangan beraura senyum.. sport kek, musik semangat kek, kalo pun berita, yg bagus2 aja deh.. jadi kita bangun tuh aura yg datang aura positif.
Sementara, tayangan TV ini kan nasional.. disajikan ke semua warga Indonesia yg bisa liat tayangan TV ini. Tayangan beraura bagus atau tidak bagus pada pagi harinya tentunya berpengaruh ke pikiran, sikap, sampai bahkan tingkah laku perbuatan sehari ke depan, ato bahkan lebih.
but its okay.. gpp.. gw mo sholat dulu. Menjernihkan pikiran.. Sujud menghadapNya.. bismillah..
Mata sudah berat, terdengar musikdari TV khas headline news salah satu stasiun TV. "Pemirsa bla bla.. terjadi lagi pembakaran kendaraan pos di Jerman.. bla bla.. ". Ngeek ngoook.. bener nih head line news nya? Jam setengah 4 pagi ngabarin terbakarnya kendaraan pos di Jerman? so what?!
Tapi pren, bukan itu (betapa tidak pentingnya) namun ada yg aneh rasanya bangun-bangun disuguh berita yg tidak sedap, memberikan kabar negatif tentang perbuatan manusia yang sengaja melakukan perbuatan negatif. Pokoknya, pagi ini ada aura negatif datang dari TV meskipun itu cuma headline news, yg acara benerannya waktu itu adalah pengajian. Terasa janggal saja aura negatif didatangkan pas pagi2 bangun tidur. Itu tidak hanya terjadi di salah satu stasiun TV itu saja. Sepertinya hampir semua. Mbok ya pas kita bangun tu dikasih tayangan beraura senyum.. sport kek, musik semangat kek, kalo pun berita, yg bagus2 aja deh.. jadi kita bangun tuh aura yg datang aura positif.
Sementara, tayangan TV ini kan nasional.. disajikan ke semua warga Indonesia yg bisa liat tayangan TV ini. Tayangan beraura bagus atau tidak bagus pada pagi harinya tentunya berpengaruh ke pikiran, sikap, sampai bahkan tingkah laku perbuatan sehari ke depan, ato bahkan lebih.
but its okay.. gpp.. gw mo sholat dulu. Menjernihkan pikiran.. Sujud menghadapNya.. bismillah..
---kutip notes dari group--- ”Islamic Valentine Day” Ditulis Oleh: Emha Ainun Nadjib
JUDUL ini harus dikasih tanda petik di awal dan akhir, karena sesungguhnya itu istilah ngawur dari sudut apapun kecuali dari sisi iktikad baik tentang cinta kemanusiaan.
Islam bukan kostum drama, sinetron atau tayangan-tayangan teve Ramadan. Islam itu substansi nilai, juga metodologi.Ia bisa memiliki kesamaan atau perjumpaan dengan berbagai macam substansi nilai dan metodologi lain, baik yang berasal dari ”agama” lain, dari ilmu-ilmu sosial modern atau khasanah tradisi. Namun sebagai sebuah keseluruhan entiti, Islam hanya sama dengan Islam.
Bahkan Islam tidak sama dengan tafsir Islam.Tidak sama dengan pandangan pemeluknya yang berbagai-bagai tentang Islam. Islam tidak sama dengan Sunni, Syi’i, Muhammadiyah, NU, Hizbut Tahrir dan apapun saja aplikasi atas tafsir terhadap Islam. Islam yang sebenar-benarnya Islam adalah dan hanyalah Islam yang sejatinya dimaksudkan oleh Allah.
Semua pemeluk Islam berjuang dengan pandangan-pandangannya masingmasing mendekati sejatinya Islam. Sehingga tidak ada satu kelompok pun yang legal dan logis untuk mengklaim bahwa Islam yang benar adalah Islamnya kelompok ini atau itu. Kalau ada teman melakukan perjuangan ”islamisasi”, ”dakwah Islam”, ”syiar Islam”, bahkan perintisan pembentukan ”Negara Islam Indonesia” – yang sesungguhnya mereka perjuangkan adalah Islamnya mereka masingmasing.
Dan Islamnya si A si B si C tidak bisa diklaim sebagai sama dengan Islamnya Allah sejatinya Islam. Demikianlah memang hakekat penciptaan Allah atas kehidupan. Sehingga Islam bertamu ke rumahmu tidak untuk memaksamu menerimanya. La ikroha fid-din.Tak ada paksaan dalam Agama, juga tak ada paksaan dalam menafsirkannya. Tafsir populer atas Islam bahkan bisa menggejala sampai ke tingkat pelecehan atas Islam itu sendiri.
Islam bisa hanya disobek-sobek, diambil salah satu sobekannya yang menarik bagi seseorang karena enak dan sesuai dengan seleranya. Islam bisa diperlakukan hanya dengan diambil salah satu unsurnya, demi mengamankan psikologi subyektif seseorang sesudah hidupnya ia penuhi dengan pelanggaran-pelanggaran terhadap Islam.
Islam bisa hanya diambil sebagai ikon untuk mengkamuflase kekufuran, kemunafikan, kemalasan pengabdian,korupsi atau keculasan. Islam bisa dipakai untuk menipu diri, diambil satu faktor pragmatisnya saja: yang penting saya sudah tampak tidak kafir, sudah merasa diri bergabung dengan training shalat, sudah kelihatan di mata orang lain bahwa saya bagian dari orang yang mencari sorga, berdzikir ingat keserakahan diri dan keserakahan itu bisa dihapus dengan beberapa titik air mata di tengah ribuan jamaah yang berpakaian putih-putih bagaikan pasukan Malaikat Jibril.
Sedemikian rupa sehingga kita selenggarakan dan lakukan berbagai formula dunia modern, industri liberal, mode show, pembuatan film, diskusi pengajian, yang penting dikasih kostum Islam.Tentu saja tidak usah kita teruskan sampai tingkat menyelenggarakan tayangan ”Gosip Islami”, ”Lokalisasi Pelacuran Islami”, ”Peragaan Busana Renang Wanita Muslimah” atau pertandingan volley ball wanita muslimah berkostum mukena putih-putih. Sampai kemudian dengan tolol dan ahistoris kita resmikan salah satu hari ganjil di tengah sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai Hari Valentine Islami.
Tapi sesungguhnya saya serius dengan makna Hari Kasih Sayang Islam versi Rasulullah Muhammad SAW. Fathu Makkah, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, kemenangan yang nyata, terjadi pada Bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan Islam dari Madinah merebut kembali kota Makkah. Diizinkan Allah memperoleh kemenangan besar. Ribuan tawanan musuh diberi amnesti massal.
Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang: ”...hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah,wa antumut thulaqa....”.Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasih sayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing. Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa shock juga. Berjuang hidup mati,diperhinakan dilecehkan sekian lama, ketika kemenangan sudah di genggaman: malah musuh dibebaskan. Itu pun belum cukup. Rasulullah memerintahkan papasan perang, berbagai harta benda dan ribuan onta, dibagikan kepada para tawanan.
Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh dan memproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulullah. Mereka dikumpulkan dan Muhammad SAW bertanya: ”Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?” Mereka menjawab: sekian tahun, sekian tahun... ”Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?”
Tentu saja sangat mencintai. Rasulullah mengakhiri pertanyaannya: ”Kalian memilih mendapatkan onta ataukah memilih cintaku kepada kalian?” Menangislah mereka karena cinta Rasulullah kepada mereka tidak bisa dibandingkan bahkan dengan bumi dan langit. Tentu saja, andai kita berada di situ sebagai bagian dari pasukan Islam, kelihatannya kita menjawab agak berbeda: ”Sudah pasti kami memilih cinta Rasulullah... tapi kelau boleh mbok ya juga diberi onta dan emas barang segram dua gram...” (Sindo, 21/09/2007)
Islam bukan kostum drama, sinetron atau tayangan-tayangan teve Ramadan. Islam itu substansi nilai, juga metodologi.Ia bisa memiliki kesamaan atau perjumpaan dengan berbagai macam substansi nilai dan metodologi lain, baik yang berasal dari ”agama” lain, dari ilmu-ilmu sosial modern atau khasanah tradisi. Namun sebagai sebuah keseluruhan entiti, Islam hanya sama dengan Islam.
Bahkan Islam tidak sama dengan tafsir Islam.Tidak sama dengan pandangan pemeluknya yang berbagai-bagai tentang Islam. Islam tidak sama dengan Sunni, Syi’i, Muhammadiyah, NU, Hizbut Tahrir dan apapun saja aplikasi atas tafsir terhadap Islam. Islam yang sebenar-benarnya Islam adalah dan hanyalah Islam yang sejatinya dimaksudkan oleh Allah.
Semua pemeluk Islam berjuang dengan pandangan-pandangannya masingmasing mendekati sejatinya Islam. Sehingga tidak ada satu kelompok pun yang legal dan logis untuk mengklaim bahwa Islam yang benar adalah Islamnya kelompok ini atau itu. Kalau ada teman melakukan perjuangan ”islamisasi”, ”dakwah Islam”, ”syiar Islam”, bahkan perintisan pembentukan ”Negara Islam Indonesia” – yang sesungguhnya mereka perjuangkan adalah Islamnya mereka masingmasing.
Dan Islamnya si A si B si C tidak bisa diklaim sebagai sama dengan Islamnya Allah sejatinya Islam. Demikianlah memang hakekat penciptaan Allah atas kehidupan. Sehingga Islam bertamu ke rumahmu tidak untuk memaksamu menerimanya. La ikroha fid-din.Tak ada paksaan dalam Agama, juga tak ada paksaan dalam menafsirkannya. Tafsir populer atas Islam bahkan bisa menggejala sampai ke tingkat pelecehan atas Islam itu sendiri.
Islam bisa hanya disobek-sobek, diambil salah satu sobekannya yang menarik bagi seseorang karena enak dan sesuai dengan seleranya. Islam bisa diperlakukan hanya dengan diambil salah satu unsurnya, demi mengamankan psikologi subyektif seseorang sesudah hidupnya ia penuhi dengan pelanggaran-pelanggaran terhadap Islam.
Islam bisa hanya diambil sebagai ikon untuk mengkamuflase kekufuran, kemunafikan, kemalasan pengabdian,korupsi atau keculasan. Islam bisa dipakai untuk menipu diri, diambil satu faktor pragmatisnya saja: yang penting saya sudah tampak tidak kafir, sudah merasa diri bergabung dengan training shalat, sudah kelihatan di mata orang lain bahwa saya bagian dari orang yang mencari sorga, berdzikir ingat keserakahan diri dan keserakahan itu bisa dihapus dengan beberapa titik air mata di tengah ribuan jamaah yang berpakaian putih-putih bagaikan pasukan Malaikat Jibril.
Sedemikian rupa sehingga kita selenggarakan dan lakukan berbagai formula dunia modern, industri liberal, mode show, pembuatan film, diskusi pengajian, yang penting dikasih kostum Islam.Tentu saja tidak usah kita teruskan sampai tingkat menyelenggarakan tayangan ”Gosip Islami”, ”Lokalisasi Pelacuran Islami”, ”Peragaan Busana Renang Wanita Muslimah” atau pertandingan volley ball wanita muslimah berkostum mukena putih-putih. Sampai kemudian dengan tolol dan ahistoris kita resmikan salah satu hari ganjil di tengah sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai Hari Valentine Islami.
Tapi sesungguhnya saya serius dengan makna Hari Kasih Sayang Islam versi Rasulullah Muhammad SAW. Fathu Makkah, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, kemenangan yang nyata, terjadi pada Bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 10 Ramadan tahun ke-8 Hijriyah. Pasukan Islam dari Madinah merebut kembali kota Makkah. Diizinkan Allah memperoleh kemenangan besar. Ribuan tawanan musuh diberi amnesti massal.
Rasulullah berpidato kepada ribuan tawanan perang: ”...hadza laisa yaumil malhamah, walakinna hadza yaumul marhamah,wa antumut thulaqa....”.Wahai manusia, hari ini bukan hari pembantaian, melainkan hari ini adalah hari kasih sayang, dan kalian semua merdeka kembali ke keluarga kalian masing-masing. Pasukan Islam mendengar pidato itu merasa shock juga. Berjuang hidup mati,diperhinakan dilecehkan sekian lama, ketika kemenangan sudah di genggaman: malah musuh dibebaskan. Itu pun belum cukup. Rasulullah memerintahkan papasan perang, berbagai harta benda dan ribuan onta, dibagikan kepada para tawanan.
Sementara pasukan Islam tidak memperoleh apa-apa. Sehingga mengeluh dan memproteslah sebagian pasukan Islam kepada Rasulullah. Mereka dikumpulkan dan Muhammad SAW bertanya: ”Sudah berapa lama kalian bersahabat denganku?” Mereka menjawab: sekian tahun, sekian tahun... ”Selama kalian bersahabat denganku, apakah menurut hati kalian aku ini mencintai kalian atau tidak mencintai kalian?”
Tentu saja sangat mencintai. Rasulullah mengakhiri pertanyaannya: ”Kalian memilih mendapatkan onta ataukah memilih cintaku kepada kalian?” Menangislah mereka karena cinta Rasulullah kepada mereka tidak bisa dibandingkan bahkan dengan bumi dan langit. Tentu saja, andai kita berada di situ sebagai bagian dari pasukan Islam, kelihatannya kita menjawab agak berbeda: ”Sudah pasti kami memilih cinta Rasulullah... tapi kelau boleh mbok ya juga diberi onta dan emas barang segram dua gram...” (Sindo, 21/09/2007)
pentil ban
Akhirnya kesampaian juga menulis ini karena karet pentil ban motor
Sudah 2x ini ban motor dalam ganti karena pentilnya tiba2 lepas padahal masangnya 22nya belum lama
memang masangnya di tempat yg sama sih, dekat kontrakan
Tp ini yg ketiga aku ga mau lagi kejadian serupa terulang
aku minta yg bagus, meski harganya jauh lebih mahal
Tapi inilah
J A K A R T A (sy tidak yakin beda dgn kota lain)
fikiranku langsung mengulang kembali kegelisahan yg beberapa bulan ini terbesit
Aku lebih membayangkannya seperti efek domino
Beberapa petinggi DPR 'bermain kotor', beberapa pejabat 'bermain kotor', beberapa politisi 'bermain kotor', beberapa businessman 'bermain kotor' dll, sehingga 'pemain yg lebih mikro'pun tertular wabahnya.
Gosip beberapa oknum polisi, hakim, jaksa, sampai pelaksana yg punya kewenangan berisiko pun malah bermain.
nah.. ironis lagi ketika wabah itu sampai pada tingkat yg lebih kecil lebih mikro lagi yg langsung berhubungan dengan hidup kita sehari2
Beberapa Pedagang es Cendol, beberapa produsen saos, beberapa penjaja makanan anak-anak, beberapa pemalsu gas dan akua, tukang bengkel, sopir taksi, dan yg sedang sy alami, beberapa pemain dalam dunia pertambalbanan.
sekedar menghela nafas dan refreshing tentang hidup bersama orang banyak, sy berharap ini menjadi hikmah tersendiri
dan, saya berharap juga agar kejadian yg tidak mengenakkan tidak terulang, apalagi terjadi pada keluarga maupun kerabat kita
Harapan lebih besar, semoga jiwa/mental 'pemain kotor' yg masih ada segera hilang dr kita
Hidup ini terlalu indah untuk itu
Bismillah...
Sudah 2x ini ban motor dalam ganti karena pentilnya tiba2 lepas padahal masangnya 22nya belum lama
memang masangnya di tempat yg sama sih, dekat kontrakan
Tp ini yg ketiga aku ga mau lagi kejadian serupa terulang
aku minta yg bagus, meski harganya jauh lebih mahal
Tapi inilah
J A K A R T A (sy tidak yakin beda dgn kota lain)
fikiranku langsung mengulang kembali kegelisahan yg beberapa bulan ini terbesit
Aku lebih membayangkannya seperti efek domino
Beberapa petinggi DPR 'bermain kotor', beberapa pejabat 'bermain kotor', beberapa politisi 'bermain kotor', beberapa businessman 'bermain kotor' dll, sehingga 'pemain yg lebih mikro'pun tertular wabahnya.
Gosip beberapa oknum polisi, hakim, jaksa, sampai pelaksana yg punya kewenangan berisiko pun malah bermain.
nah.. ironis lagi ketika wabah itu sampai pada tingkat yg lebih kecil lebih mikro lagi yg langsung berhubungan dengan hidup kita sehari2
Beberapa Pedagang es Cendol, beberapa produsen saos, beberapa penjaja makanan anak-anak, beberapa pemalsu gas dan akua, tukang bengkel, sopir taksi, dan yg sedang sy alami, beberapa pemain dalam dunia pertambalbanan.
sekedar menghela nafas dan refreshing tentang hidup bersama orang banyak, sy berharap ini menjadi hikmah tersendiri
dan, saya berharap juga agar kejadian yg tidak mengenakkan tidak terulang, apalagi terjadi pada keluarga maupun kerabat kita
Harapan lebih besar, semoga jiwa/mental 'pemain kotor' yg masih ada segera hilang dr kita
Hidup ini terlalu indah untuk itu
Bismillah...
Terima Kasih ...
air selama ini menyayangi manusia
angin selama ini menggratiskan nafas
pohon yang selalu tersenyum atas peran besarnya menaungi bumi
Media-media tak terlihat, senyawa-senyawa belum ternamakan, dan seluruh isi jagad raya yang bertasbih
Ku harap ...
seperti itu pula sunah yang ditetapkan pada cinta ini
sunah yang tidak bisa kutolak dan hanya bisa kusyukuri..
hanya rasa syukur sahaja yang kurasa saat ini
tak kurang
dan sedikit lebih
lebih yang sedikit ini tak lain tak bukan
adalah sambutanmu atas cinta ini
terima kasih
angin selama ini menggratiskan nafas
pohon yang selalu tersenyum atas peran besarnya menaungi bumi
Media-media tak terlihat, senyawa-senyawa belum ternamakan, dan seluruh isi jagad raya yang bertasbih
Ku harap ...
seperti itu pula sunah yang ditetapkan pada cinta ini
sunah yang tidak bisa kutolak dan hanya bisa kusyukuri..
hanya rasa syukur sahaja yang kurasa saat ini
tak kurang
dan sedikit lebih
lebih yang sedikit ini tak lain tak bukan
adalah sambutanmu atas cinta ini
terima kasih
bencana untuk menjadi [sok] bijak
memang mungkin butuh bencana untuk menjadi [sok] bijak..
barusan HP ilang; jadi dpt inspirasi bikin essay/notes:
memang mungkin aku kurang beramal, klo sudah beramal, mungkin kurang banyak, kalaupun sudah banyak ya mungkin belum ikhlas.. ckckck.. :) atau dengan bahasa yg lebih puitis: mungkin ada tangisan, teriakan atau erangan yang telingaku tidak mendengarnya, atau aku mendengar tp pura-pura saja tidak mendengan, atau mungkin saja sangking lamanya dia menangis berteriak tanpa ada yg menolong hingga hilang sudah suara tangisnya.
whatever.. Gusti, kula nyuwun pangapunten..
barusan HP ilang; jadi dpt inspirasi bikin essay/notes:
memang mungkin aku kurang beramal, klo sudah beramal, mungkin kurang banyak, kalaupun sudah banyak ya mungkin belum ikhlas.. ckckck.. :) atau dengan bahasa yg lebih puitis: mungkin ada tangisan, teriakan atau erangan yang telingaku tidak mendengarnya, atau aku mendengar tp pura-pura saja tidak mendengan, atau mungkin saja sangking lamanya dia menangis berteriak tanpa ada yg menolong hingga hilang sudah suara tangisnya.
whatever.. Gusti, kula nyuwun pangapunten..
diam?
Masih saja lalu lalang ini diam. Sepertinya bisu. Tak satu pun menyapa.
Detik..detik.. Tiada respon. Apa mungkin juga tuli?
Ke menit.. Tiada colekan lembut, salaman,apalagi belaian.
Apalagi uluran jari dan tangan.
Apalagi pelukan.
Hanya bunyi klakson yang menderu mendera kendaraan lain yang sedikit hingga banyak mengganggu lajunya. Bahkan sebenarnya bukan laju. Tidak ada laju di pancoran jam pulang kantor.
Macet.
Macet dengan lalu lalang yg bisu, mungkin tuli, dan sepertinya buntung.
Diantara hingar lalu lalang, yang berklakson dan suara mesin berkelakar ego, seorang anak perempuan sekitar 10 tahun dengan menggendong anak laki-laki kecil sekitar 1 tahun. Duduk di bawah lampu lalu lintas, bersandar. Setengah gerimis. Sedikit rengekan yang kecil. Timangan kecil berlagu 'indung indung..' dan teriakan 'BULAN..' dari yg besar.
...
Hanya catatan dr kisah nyata.
Semoga dpt mengingatkan.
Bismillah, smg dpt kumulai lg.
Detik..detik.. Tiada respon. Apa mungkin juga tuli?
Ke menit.. Tiada colekan lembut, salaman,apalagi belaian.
Apalagi uluran jari dan tangan.
Apalagi pelukan.
Hanya bunyi klakson yang menderu mendera kendaraan lain yang sedikit hingga banyak mengganggu lajunya. Bahkan sebenarnya bukan laju. Tidak ada laju di pancoran jam pulang kantor.
Macet.
Macet dengan lalu lalang yg bisu, mungkin tuli, dan sepertinya buntung.
Diantara hingar lalu lalang, yang berklakson dan suara mesin berkelakar ego, seorang anak perempuan sekitar 10 tahun dengan menggendong anak laki-laki kecil sekitar 1 tahun. Duduk di bawah lampu lalu lintas, bersandar. Setengah gerimis. Sedikit rengekan yang kecil. Timangan kecil berlagu 'indung indung..' dan teriakan 'BULAN..' dari yg besar.
...
Hanya catatan dr kisah nyata.
Semoga dpt mengingatkan.
Bismillah, smg dpt kumulai lg.
Subscribe to:
Posts (Atom)